At-Tahririyah


Mensuritauladani Akhlaqul Karimah Baginda Habibillah Rasulillah Muhammad SAW., Meneruskan Perjuangan Salafush Sholih, Terdepan Dalam Berilmu dan Beragama serta Mampu Menghadapi Tantangan Zaman

Kenali kami
  Kembali ke halaman berita

Mengenal Zakat

Zakat adalah pilar keempat Islam. Membayar zakat adalah wajib bagi setiap Muslim. Dalam Alquran, ada banyak ayat yang menunjukkan perintah untuk memenuhi zakat. Salah satunya adalah di Qs. al-Baqarah: 43, "Dan berdoalah, berikan zakat"

Pengulangan yang lebih banyak dari perintah yang sama dalam Al Qur'an menunjukkan semakin penting latihan itu harus dilakukan. Dan ketika kita tinggalkan itu adalah balasan yang sangat menyakitkan. Seperti disebutkan dalam narasi Abu Hurairah, "Dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah saw berkata, 'Barangsiapa yang diberi kekayaan oleh Allah, maka ia tidak membayar zakatnya, hartanya akan berubah pada Hari Penghakiman seperti ular berkepala putih (karena banyak racun) dan memiliki dua titik hitam di atas mata atau dua taringnya, memangsa kedua tulang rahang pada Hari Kiamat, lalu berkata, "Aku adalah harta Anda, saya adalah harta Anda".

Naudhubillah min dzalik. Itu adalah jawaban untuk orang-orang yang lalai dari kewajiban zakat mereka. Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi kita untuk mengetahui dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan zakat dan jenisnya.

Secara umum zakat dibagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal (aset). Fitrah zakat adalah zakat yang dikeluarkan dalam hidupnya setiap tahun. Fitrah zakat ini harus dikeluarkan untuk setiap Muslim yang masih menemukan matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan.

Jadi, ketika seseorang meninggal sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan, tidak ada kewajiban untuk membayar zakat untuk keluarganya. Jika kematian setelah matahari terbenam, wajib bagi keluarga untuk membayar zakat seseorang. Begitupun bayi yang dilahirkan sebelum terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan wajib membayar zakat. Sedangkan bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari tidak dibayar zakat karena mereka tidak menemukan matahari terbenam. Selain itu, kondisi yang diperlukan untuk fitrah zakat adalah untuk seseorang yang memiliki aset berlebih untuk makan sendiri dan keluarganya pada hari itu.

Selanjutnya, zakat mal (harta) adalah zakat yang dikeluarkan untuk barang yang kita miliki. Dalam buku Matan Taqrib, dinyatakan bahwa ada lima aset yang harus dibayar untuk zakat. Yakni ternak (al-Mawasyi), barang pertambangan (al-Astman), produk pertanian (az-Zuru '), buah-buahan (al-Itsmar) dan barang dagangan (' Urudh al-Tijarah). Ulama menambahkan bahwa ditemukan barang, profesi atau gaji juga termasuk dalam zakat mal.

Mal zakat ini dikeluarkan jika objek telah mencapai satu Nisab dan haul. Nisab dari setiap objek berbeda. Sebagaimana dinyatakan dalam hadits Nabi Muhammad, "Nabi Muhammad (saw) berkata," Tanaman yang kurang dari lima wasaq (gantang) tidak diperlukan oleh zakat, unta yang kurang dari lima tidak wajib zakat, perak yang kurang dari lima uqiyah (satu uqiyah setara dengan empat puluh dirham perak) tidak wajib membayar zakat ". (HR. Al-Bukhari)

Haul sudah dalam satu tahun. Jadi ketika item telah mencapai nisab tetapi belum ada satu haul, zakat belum diperlukan. Wallahu A'lam. (Urwatul Wutsqo).